Bukti Evolusi di Masa Kini

Banyak orang masih meragukan teori evolusi dan mengatakan bahwa orang-orang yang mendukung teori evolusi selalu berkilah (ngeles) ketika diminta bukti kebenaran teori evolusi dengan cara mengatakan bahwa pembuktian teori evolusi membutuhkan waktu yang panjang.

Untuk membantah tuduhan tersebut maka ada beberapa bukti evolusi yang bisa dilihat dari catatan sejarah manusia. Berikut diantaranya:

Jumlah Gajah Dengan Gading Berkurang

Gajah adalah hewan yang banyak diburu karena gadingnya. Para pemburu ini secara tidak langsung berperan dalam seleksi alam para gajah sehingga gajah dengan gading yang besar akan lebih rentan untuk mati diburu dibanding gajah yang tanpa gading. Tidak hanya pemburu, ternyata gajah betina juga memiliki perilaku untuk cenderung kawin dengan gajah jantan tanpa gading sehingga alhasil populasi gajah tanpa gading semakin bertambah.

Tercatat sebelumnya jumlah gajah tanpa gading hanya 2% dari populasi gajah, namun kini jumlahnya meningkat menjadi 51% dan peningkatan ini terjadi dalam beberapa abad yang mana perburuan gajah baru berlangsung secara masif pasca kaum kolonial Europa tertarik menggunakan gading gajah sebagai komoditas ekspor.

Sumber: Discovery dan National Geographic

Ngengat Lada Hitam

Ngengat lada hitam atau ngengat merica adalah spesies ngengat yang banyak ditemui di wilayah Eropa. Dulunya ngengat ini mayoritas berwarna putih yang mana warna putihnya mirip dengan warna batang pada pohon tempatnya hinggap. Saat revolusi industri, asap polusi dari kegiatan industri membuat kotor udara dan lingkungan, termasuk membuat batang pohon menjadi hitam.

Perbedaan warna ngengat putih dengan batang pohon yang hitam membuat ngengat menjadi sasaran empuk kelelawar yang merupakan pemangsanya. Hal ini lambat laun membuat ngengat putih yang memiliki corak kehitaman menjadi lebih besar kemungkinannya untuk bertahan hidup, dan seleksi alam pun terjadi, hingga pada akhirnya ngengat ini mayoritas memiliki warna kehitaman sehingga disebut dengan ngengat lada hitam.

Kini, setelah polusi udara berkurang dan warna batang pohon kembali seperti semula, maka warna ngengat lada hitam yang ditemui secara liar pun kembali menjadi putih. Ini merupakan contoh kasus bagaimana perubahan kondisi lingkungan yang drastis mempengaruhi cepatnya proses seleksi dan evolusi makhluk hidup.