Tangan Robot Tawan Itu Asli Gak Sih?

Belakangan santer pemberitaan mengenai seorang pria dari Bali yang bernama I Wayan Sumarana alias Tawan  yang memiliki lengan robot layaknya Iron Man. Konon lengan robotnya ini dia gunakan untuk membantunya bekerja sebagai tukang las setelah 6 bulan sebelumnya lengan kirinya mengalami lumpuh akibat stroke ringan. Lengan robot tersebut dia buat sendiri di mana bahannya diambil dari barang-barang bekas.

Di media sosial saya melihat masyarakat sangat antusias dengan informasi mengenai lengan robot Bli Tawan ini, mungkin karena haus akan berita positif dan masih terpengaruh dengan pemberitaan mengenai perakit TV yang produknya dimusnahkan karena tidak lulus SNI itu maka masyarakat jadi terlalu bersemangat menyebarkan informasi dan langsung menuntut pemerintah agar memberi dukungan tanpa memikirkan terlebih dahulu apakah informasi ini benar atau tidak.

Agak lucu memang, padahal saya tanya pada teman saya yang tinggal di wilayahnya Tawan ini (kampung halaman saya cuma berjarak 20 km dari lokasi), dia mengaku masyarakat di sana tidak terlalu heboh seperti kata media (yang katanya terkenal se-kabupaten), bahkan ada beberapa masyarakat yang konon skeptis dengan lengan robotnya tersebut.

Nah, saya sendiri termasuk orang yang masih skeptis. Jujur saya melihat lengan robotnya Bli Tawan ini lebih nampak seperti sedang cosplay alias cuma kostum untuk iseng-isengan ketimbang sungguhan. Bukan tanpa alasan, saya memang merasa ada banyak kejanggalan dari cerita ini, berikut saya paparkan:

Gerakannya Terlalu Mulus

Jika kita melihat gerakan tangan robotnya Tawan dari berbagai video, terlihat gerakannya sangat mulus, tidak kaku seperti gerakan robot pada umumnya. Jika memang gerakan lengannya itu menggunakan mesin, apalagi dengan hidrolik maka semestinya gerakan untuk menarik tangannya itu lambat dan ada tenggang waktu antara kapan dinamo berputar dan kapan tangannya berhenti bergerak. Selain itu nampak tidak ada penggerak yang berfungsi menggerakkan lengan, yang ada cuma tuas hidrolik untuk menggerakkan tangan.

Ada Banyak Komponen Yang Aneh

Saya tidak mendapatkan gambar mengenai lengan robot yang dimiliki oleh Tawan secara mendetail, namun dari video ada banyak komponen yang aneh, seperti gear pada siku, itu gunanya untuk apa sedang gerakan untuk menarik tangan berasal dari tuas hidrolik? Bukankah itu hanya akan menambah gaya gesek?

Dalam pernyataannya di detik.com juga dikatakan bahwa dia menggunakan sensor infra merah untuk menguatkan power. Apa hubungannya power dengan sensor infra merah? Tawan juga menyebut alat di kepalanya tersebut sebagai  drone. Lha, bukannya drone itu artinya pesawat tanpa awak? Eh..

CPU yang membantu menggerakkan lengan robotnya Tawan.

Cara kerja EEG itu rumit

Robot yang bekerja dengan sensor saraf memang bukan hal yang baru, ada yang sensornya dipasang pada saraf tepi, ada juga yang sensornya di kepala. Alat dengan sensor di saraf tepi bisa bekerja lebih baik, hal ini wajar karena perintah yang ditangkap itu jelas dan spesifik, namun alat ini hampir tidak ada bedanya dengan alat dengan kontrol mekanik cuma lebih responsif saja. Sedang robot dengan sensor EEG di kepala juga ada, namun alat ini masih dalam tahap pengembangan, kinerjanya rumit, pun hasilnya reaksi robot masih sangat lambat.

Sangat meragukan jika kedua alat bekerja dengan mekanisme yang sama sedang bentuk alat EEGnya berbeda. Masa iya sensor EEG cukup dengan melingkarkan alat di kepala? Kalaupun memang bisa menangkap gelombang dari otak, apa mungkin gelombang otak itu bisa diterjemahkan ke gerakan mekanik dengan sebuah CPU tanpa layar dan software itu?

Tapi oke lah, anggap robot yang digunakan Tawan bisa bekerja seperti robot yang di video Yotube tersebut, tapi apa iya gelombang otak yang ditangkap oleh EEG bisa bekerja dengan baik sementara Tawan mengalami stroke? Stroke itu kan artinya ada gangguan pada saraf pusat. Nah, jika gangguan itu asalnya dari otak yang membuat saraf di tangannya tidak bisa menangkap perintah, bagaimana mungkin alat EEG malah bisa menerima perintah tersebut? Sulit dipercaya. Beda jika kasusnya adalah lumpuh karena masalah otot, maka masih masuk akal alat EEG itu bisa menangkap perintah dari saraf pusat.

Alat EEG dibeli di eBay?

Menurut pengakuan Tawan, dia mendapatkan alat EGG dari eBay yang merupakan salah satu situs belanja online terbesar di Amerika. Di eBay kita memang bisa menemukan berbagai barang, tapi ketika saya mencari alat EEG yang terkait fungsi mekanik, saya tidak menemukan produk yang setidaknya mirip dengan yang digunakan oleh Tawan.

Produk EEG yang dipakai oleh Tawan tidak nampak seperti produk sembarangan, paling tidak pembuatnya memproduksi alat yang sama dalam jumlah banyak, jadi semestinya tidak sulit menemukannya. Mungkin kata kunci yang saya gunakan salah, karena di video Tawan menyebut kata drone (istilah untuk pesawat tanpa awak). Aneh, apa mungkin alat EEG yang dia gunakan awalnya dijual sebagai pengendali drone?

Lumpuh Masih Bisa Membuat Robot?

Tawan mengaku dia membuat lengan robotnya tersebut sejak 2 bulan lalu sedang tangannya lumpuh sejak 6 bulan lalu. Konon lengan robot tersebut dia buat agar bisa membantunya bekerja sebagai tukang las. Nah, jika untuk mengelas saja dia membutuhkan lengan robot, lantas bagaimana caranya dia membuat robot yang komponennya lebih rumit? Apa cuma pakai satu tangan?

Tidak Bisa Digunakan Orang Lain

Cara untuk membuktikan kebenaran lengan robot ini sebenarnya sangat mudah, lepas saja lengan robot itu dari tangan kemudian lihat apakah masih bisa bergerak atau tidak, atau bisa juga suruh orang lain yang menggunakan. Sayangnya sampai saat ini tidak ada video yang menunjukkan bahwa robot tersebut bisa bekerja tanpa harus dipasang di tangan, dan Tawan sendiri berdasarkan pemberitaan Kompas mengatakan bahwa lengan robotnya ini tidak bisa digunakan oleh orang lain karena khusus dirancang untuk dirinya sendiri. Nah, makin curiga kan?


Dari banyak kejanggalan tersebut, maka bisa dikatakan bahwa lengan robotnya Tawan yang dibuat sendiri dari barang bekas dan bisa bekerja dengan baik itu too good to be true, kemungkinan bohongnya lebih besar dibanding kemungkinan bahwa alat itu memang benar-benar seperti yang dideskripsikan.

Bukannya saya tidak menghargai hasil karya anak bangsa, bukan pula saya tidak optimis dengan potensi orang Indonesia, tapi sikap skeptis itu memang diperlukan agar kita tidak mudah dibohongi oleh oknum maupun media.

Kejadian penemu canggih yang ternyata bohong bukan sekali dua kali. Masyarakat Indonesia tahun 2008 pernah tertipu oleh kasus blue energynya Djoko Suprapto yang konon bisa mengubah air menjadi energi, di mana teorinya ini bahkan didukung oleh beberapa dosen dari berbagai universitas, bahkan presiden saat itu yaitu Pak SBY langsung menemui Djoko Suprapto, hasilnya ketika Djoko sudah mendapat dana bantuan, dia langsung kabur entah kemana. Lebih konyol ada masyarakat yang percaya dengan cerita seorang anak SD yang mengaku sebagai hacker yang saking ahlinya hingga bisa mengunduh RAM, cerita ini bahkan pernah ditayangkan di acara On The Spot di Trans 7. Nah, kalau kasusnya begini, yang malu kan kita semua.

Skeptis dan berpikir kritis itu baik, kita memang semestinya menuntut bukti sebelum mempercayai sesuatu. Jika nanti memang karyanya terbukti benar seperti yang diceritakan, barulah karya tersebut layak kita dukung.

Saya sih ngerinya jika ini beneran cuma digunakan untuk cosplay, bisa-bisa masyarakat nanti akan ramai-ramai membully Bli Tawan yang cuma tukang las ini. Niat cuma iseng malah jadi petaka hanya karena beritanya dibesar-besarkan oleh media.

Mungkin Anda juga menyukai