Suara Misterius Mirip Terompet di Langit dan Sikap Ilmiah

Belakangan orang ramai membicarakan tentang suara mengaung mirip suara terompet yang terdengar dari langit. Sebagian ada yang mengira suara itu suara penganut kepercayaan tertentu yang sedang melakukan ritual, ada yang mengira sebagai suara alien, bahkan ada juga yang mengatakan suara itu sebagai suara terompet sangkakala sebagai pertanda bahwa dunia sedang menuju kiamat.

Para pakar yang mengaku sebagai saintis umumnya tidak percaya dengan hal berbau konspirasi dan gaib seperti itu, mereka pun mencoba menyampaikan berbagai teori yang dianggap bisa menjelaskan apa sumber dan bagaimana kemunculan suara tersebut. Ada yang mengatakan bahwa suara itu adalah suara pergerakan udara panas, ada yang mengatakannya sebagai suara pergerakan lempeng bumi.

Ilustrasi suara misterius di langit.
Ilustrasi suara misterius di langit.

Well, sebenarnya cerita mengenai suara misterius ini sudah ada sejak tahun 2012 dan heboh diberitakan sebagai tanda kiamat sesuai dengan isu berakhirnya penanggalan kalender bangsa Maya saat itu, dan kini isu itu diangkat kembali (mungkin media kehabisan bahan berita kali ya).

Oke, bagian yang ingin saya komentari dari fenomena ini adalah sikap beberapa orang yang berusaha menjelaskan fenomena ini secara logis menurut ilmu sains yang mereka miliki yang bagi saya itu tidak mencerminkan sikap ilmiah. Semestinya sebelum berusaha menjelaskan bagaimana suara itu bisa muncul, kita harus memastikan dulu apakah suara itu benar-benar ada atau tidak.

Sepengetahuan saya, cerita mengenai suara misterius mirip terompet itu hanya beredar dari mulut ke mulut, tidak ada bedanya dengan gosip, pun bukti yang ada selama ini hanya berupa video yang diupload di YouTube yang sangat rentan manipulasi. Beberapa video bisa dengan mudah diketahui kebohongannya, misalnya ada video dimana suara misteriusnya adalah stereo padahal suara orang yang merekam mono, jelas sekali bahwa suara itu bukan diambil saat perekaman melainkan ditambahkan dengan bantuan software, video lain bisa jadi dibuat dengan cara yang sama.

Perlu dicatat bahwa manusia hanya mampu mendengar suara dengan frekuensi antara 20 hingga 20.000 Hz dengan ini maka suara yang frekuensi rendah seperti gempa, lempeng bumi, semestinya tidak bisa didengar apalagi bisa direkam dan menghasilkan suara yang jernih.

Pakai logika juga, jika memang suara itu benar ada, semestinya yang mendengar suara itu bukan 1-2 orang, melainkan satu kampung terbangun, ramai-ramai ke luar rumah, dan berusaha merekam suara itu, para binatang pun yang kemampuan pendengarannya lebih sensitif seperti kucing dan anjing akan panik lebih dulu ketika mendengar suara yang dianggapnya asing. Kenyataannya, dari semua video yang ada, yang sibuk merekam cuma beberapa orang, tidak ada warga lain serta binatang yang ikut panik. Ini membuat saya semakin ragu akan kebenaran cerita suara misterius itu.

Lha kalau memang belum terbukti ada, ngapain dibahas secara ilmiah? Itu kan sama konyolnya dengan membahas cerita warga yang mengaku diperkosa kolor ijo kemudian berusaha menjelaskannya secara ilmiah (itu delusi, gangguan psikologis, trauma masa lalu, bla bla bla), atau kasus sekarang orang berusaha menjelaskan bagaimana beras plastik dibuat (diimpor dari Cina, punya ciri seperti ini, bla bla bla), padahal belakangan ketahuan bahwa cerita kolor ijo dan beras plastik cuma kebohongan dari para attention whore saja.

Sebelum mengajak membahas suara misterius ini, tagih dulu lah bukti valid bahwa suara ini benar-benar ada. Jangan asal memberi penjelasan (sekalipun penjelasannya masuk akal) padahal sendirinya belum pernah denger. Karena konyol itu bukan hanya ketika orang percaya sesuatu terjadi karena hal gaib, tapi juga ketika orang percaya pada sesuatu yang belum pernah ada.

Mungkin Anda juga menyukai