Siapa Eko Setiawan, Pengamat Dari Islamedia?

Belum masuk pertengahan tahun sudah hangat berita mengenai persiapan pilkada DKI Jakarta. Ahok yang memang banyak didukung untuk melanjutkan kepemimpinan akhirnya menyatakan siap untuk ikut pilkada melalui jalur independen. Sentimen agama kembali bermunculan, para relawan Ahok yang tergabung dalam “Teman Ahok” pun melakukan upaya kampanye dengan menunjukkan bahwa ada banyak masyarakat Jakarta yang sekalipun dirinya muslim mereka tetap memilih Ahok. “Saya muslim, saya dukung Ahok” begitu tagline mereka. Sayangnya, tidak semua senang dengan kampanye ini, ada yang menanggapinya dengan sinis dan menuduh bahwa ini adalah tanda kepanikan dan inkonsistensi dari tim Ahok seperti ditulis pada artikel di situs islamedia.

Saya sih kurang tertarik mengomentari isi artikel itu, tanggapan negatif mengenai Ahok sudah biasa saya lihat, yang menarik perhatian saya justru adalah nama “Eko Setiawan” di artikel tersebut, karena bukan kali ini nama tersebut saya temui ketika membaca artikel di islamedia, dan benar saja, ketika saya cek ternyata ada cukup banyak artikel dimana beliau ikut berkomentar di dalamnya.

Artikel Yang Dikomentari Oleh Eko Setiawan.PNG

Sebenarnya semua yang disampaikan oleh Eko Setiawan dalam setiap artikel yang ditulis islamedia.id tersebut biasa-biasa saja, komentar yang sama bisa ditemui pada muslim konservatif yang lain. Yang membuat saya penasaran adalah mengenai siapa itu Eko Setiawan dan seberapa hebat orang ini hingga situs islamedia.id sering sekali mengutip komentarnya dalam berbagai pemberitaan?

Sayangnya situs islamedia.id tidak pernah menjelaskan siapa Eko Setiawan ini. Sebagai seorang pengamat semestinya dicantumkan keterangan siapa orang tersebut, minimal apa latar belakang pendidikan serta pekerjaannya sekarang sehingga pembaca bisa menilai kapasitas serta punya gambaran apakah komentarnya layak dipercaya atau tidak.

Lebih parah, situs islamedia.id tidak konsisten dengan penyebutannya, di satu pemberitaan dia disebut sebagai pengamat sosial, di pemberitaan lain dia disebut pengamat media sosial, padahal keduanya jelas berbeda. Pengamat sosial artinya yang dia amati adalah fenomena-fenomena sosial di masyarakat dan setidaknya memiliki pengetahuan mengenai ilmu sosiologi dan antropologi, sedang pengamat media sosial adalah orang yang mengamati berbagai isu yang sedang marak dibicarakan di media sosial dan setidaknya punya pengetahuan tentang psikologi massa dan digital marketing. Nah, yang benar itu yang mana?

Saya coba lakukan penelusuran lebih jauh dan hasilnya sangat mengecewakan. Jangankan menemukan profilnya di Wikipedia, bahkan ternyata tidak ada satupun media selain islamedia.id yang pernah mewawancarai secara langsung Bapak Eko Setiawan ini. Memang ada media lain yang juga mengutip pernyataannya tapi pernyataan itu pun dilansir dari situs islamedia. Dicari profilnya tidak ada, dicari fotonya tidak ada (sampai saya bingung mau naruh foto apa di artikel ini). Jadi Eko Setiawan ini sebenarnya tokoh publik atau karyawan islamedia.id sih, atau jangan-jangan Eko Setiawan ini cuma tokoh fiktif? Hmmm…

Mungkin Anda juga menyukai