Saya Ingin Kalian Tetap Hidup

Kemarin saya mendapat kabar bahwa seorang anggota dari komunitas yang saya ikuti, sebut saja namanya GG, meninggal bunuh diri. Saya pribadi tidak mengenal sosok GG, hanya sekadar tahu dari obrolan teman bahwa dia memang mengalami depresi serta kesulitan hidup, dan semenjak pandemi COVID keadaan GG makin buruk hingga dia memilih untuk bunuh diri.

Ini bukan kali pertama saya mendengar cerita bunuh diri dari komunitas yang saya ikuti. Teman-teman saya yang cenderung berpaham liberal umumnya memang menganggap bahwa hidup adalah sebuah pilihan, kematian satu orang tidak memiliki arti yang signifikan, atau bahkan ada yang menganggap bahwa bunuh diri tidak ada bedanya dengan kematian biasa.

Hidup dan mati memang hak individu, saya pribadi pro dengan eutanasia, tapi sangat sulit bagi saya untuk menerima jika ada orang dalam usia produktif memilih untuk mengakhiri hidupnya. Saya juga pernah mengalami berbagai kesulitan dan kekecewaan hidup, mulai dari kondisi fisik yang tidak normal, diperalat dan dikhianati oleh teman dan gebetan sendiri, hampir DO dari kampus, hingga menganggur dan kesulitan mencari kerja selama berbulan-bulan, tapi tidak pernah sekalipun tersebit dalam pikiran saya untuk bunuh diri.

Saya paham bahwa tiap orang punya kemampuan berbeda dalam mengatasi stres yang sering kali itu ada kaitannya dengan faktor biologis, pun saya tahu bahwa saya tidak akan pernah bisa memahami seberapa dalam dan rumit permasalahan orang lain, maka dari itu saya tidak akan menggunakan pengalaman saya sebagai dasar untuk menjudge keputusan orang untuk bunuh diri.

Di sini, bertepatan dengan World Semicolon Day, saya hanya ingin mengatakan kepada teman-teman yang sedang mengalami masalah hidup, bahwa saya sedih dan tidak rela jika kalian meninggal, karena itu saya ingin mengajak untuk berjuang bersama. Mungkin tidak banyak yang bisa saya bantu, paling memberi motivasi, menemani agar tidak kesepian, atau memberi bantuan materi yang tidak seberapa, namun saya yakin itu lebih baik dibanding membiarkan kalian bergelut sendirian, karenanya, jangan pernah sungkan untuk menghubungi saya.