Sudah tahu ya kalau situs Tumblr baru saja diblokir oleh kemenkoinfo? Mungkin banyak diantara kita yang bertanya-tanya mengapa Tumblr yang diblokir, padahal Tumblr hanya situs blogging dan sosial media yang kontennya diposting oleh pengguna bukan oleh pengelola situs Tumblr sendiri. Jika Tumblr adalah situs blog dan sosial media bukankah semestinya perlakuan kebijakan terkait pornografi di Tumblr juga sama seperti di Facebook, Twitter, WordPress, atau Blogspot, yang terkadang juga ada pengguna nakal yang memposting hal-hal berbau pornografi?

Benar bahwa kita juga sering menemukan konten porno di Facebook (gak tahu deh kalau di Twitter karena saya gak tahan dengan batasan 140 karakter di sana), di WordPress, apalagi di Blogspot yang banyak isinya cerita dewasa plus iklan pembesar penis, tapi alasan mengapa Tumblr diperlakukan berbeda (diblokir maksudnya) adalah karena Tumblr punya kebijakan yang memang memperbolehkan konten porno itu untuk diposting.

Di Facebook konten porno akan dihapus, jika sering dilakukan akun bisa dihapus permanen, begitu juga di WordPress dan Blogspot dengan tegas melarang semua posting yang berbau pornografi. Boleh memposting konten porno di Blogspot namun dengan syarat blognya tidak boleh terbuka untuk umum, alias hanya boleh dibaca untuk orang-orang tertentu yang sudah diundang oleh pemilik blog tersebut.

Nah, di Tumblr, larangan seperti itu tidak ada. Tumblr menjunjung tinggi kebebasan berekspresi termasuk jika ekspresi tersebut berbau porno. Tumblr hanya menyarankan (saran artinya tidak wajib dilakukan) agar penggunanya memasang tag NSFW (not safe for work) dan menggunakan spoiler di tiap konten yang mengandung pornografi. Ketika ada konten yang dianggap terlalu vulgar hingga direbus (report abuse) oleh para pengguna lain pun Tumblr tidak akan menghapus postingan tersebut, mereka hanya membuat postingan tersebut sulit ditemukan oleh publik dengan cara tidak memunculkan postingan tersebut di halaman tag dan hasil search.

NSFW artinya video itu masih aman jika ditonton bersama dengan kucing anda di rumah.

Jadi Menkoinfo memang tidak sembarangan membuat keputusan pemblokiran, Tumblr diblokir memang karena moderasi terhadap pornografi disana memang lemah, hampir sama kasusnya dengan pemblokiran Vimeo yang memang batasan pornografinya tidak seketat di Youtube.


Catatan:
Jangan salah, saya di sini hanya menunjukkan bahwa Menkoinfo konsisten dengan kebijakannya, bahwa pemblokiran mereka memang tidak sembarangan, bukan berarti saya setuju dengan pemblokiran tersebut. Saya justru menentang segala bentuk pemblokiran terlebih yang diblokir adalah situs yang berfungsi sebagai penyalur ide dan kreatifitas.