Christian Prince, Sosok Yang Keras Mengkritik Islam

Belakangan ini saya rajin menonton YouTube, sampai-sampai kuota YouTube yang biasanya masih sisa banyak, sekarang habis dalam beberapa hari. Alasannya adalah karena saya menonton video-video debatnya Christian Prince, sosok yang aktif mengkritik Islam dan mengajak kaum muslim untuk masuk ke agama Kristen.

Awalnya video Christian Prince muncul di rekomendasi Youtube saya setelah saya menonton kabar mengenai Zakir Naik yang sempat bermasalah karena dakwahnya di Malaysia yang dianggap bernuansa rasis. Mengetahui hal ini saya bisa membayangkan bahwa Christian Prince dianggap sebagai ahli debat, semacam Zakir Naik versi Kristen.

Siapa Christian Prince?

Christian Prince cukup tertutup dengan identitasnya. Dia tidak pernah memberitahu nama aslinya, tidak pernah mengungkapkan secara jelas dimana lokasi dia tinggal, dan tidak pernah memunculkan foto dirinya. Walau beberapa orang menganggap hal ini sebagai bentuk tindakan yang pengecut, tapi saya menganggap hal ini wajar mengingat banyak kritikus Islam yang dibunuh oleh muslim garis keras.

Walau identitasnya tidak diketahui, namun dari beberapa cerita yang dia sampaikan bisa diketahui bahwa Christian Prince adalah seorang yang lahir di keluarga Kristen sehingga beragama Kristen sejak kecil, namun dia berasal suku Arab dan pernah menghabiskan masa kecil di Arab (entah Arab mana) sehingga fasih berbahasa Arab. Dibesarkan sebagai minoritas, Christian Prince pernah mengalami perlakukan buruk di sekolah, di mana dia sering diejek dan agamanya direndahkan. Pengalaman buruk itu kemudian membuat dia berniat belajar tentang Islam secara formal sehingga bisa menjadi kritikus Islam seperti sekarang.

Christian Prince sudah menulis beberapa buku yang isinya mengkritik ajaran Islam, judul bukunya antara lain: “Sex & Allah”, “Quran & Science in Depth”, dan “The Deception of Allah”. Selain menerbitkan buku, Christian Prince juga aktif membuat channel video di YouTube dan Patreon yang kebanyakan isinya adalah perdebatan dirinya dan dengan muslim. Christian Prince biasanya mengadakan siaran langsung di YouTube pada malam hari (waktu Indonesia) sekitar pukul 10:00 malam WIB. Pada waktu tersebut, orang bisa menghubunginya via Skype dan hasil pembicaraan tersebut akan disiarkan melalui videonya.

Lihat juga: buku Christian Prince terjemahan Bahasa Indonesia

Beberapa video perdebatan Christian Prince yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia

Kemampuan Debat

Kritik Islam yang disampaikan Christian Prince sangat menohok, sampai-sampai beberapa penelepon yang sebelumnya mengaku muslim kemudian menjadi murtad. Berbeda dengan Zakir Naik dimana penanya secara ajaib langsung mualaf hanya dengan satu kali jawaban, Christian Prince seringkali berdebat sengit dengan lawan bicaranya, menyampaikan dalil, menunjukkan bukti dalil melalui screenshot dari website terpercaya, dan kadang muslim yang diajak bicara ngotot dulu sebelum mengaku kalah debat dan murtad. Diskusi yang panjang serta argumen lawan diskusi Christian Prince yang persis seperti saya temui saat berdiskusi dengan muslim membuat saya percaya bahwa diskusi Christian Prince dalam videonya bukanlah sandiwara.

Materi kritik terhadap Islam yang disampaikan oleh Christian Prince sebenarnya bukan hal yang baru, bahkan sudah sering saya lihat di forum debat antar agama. Kritik Christian Prince menjadi berbeda karena dia bukan hanya mampu menyampaikan kritik namun juga mampu meyakinkan lawan diskusinya bahwa kritik yang dia sampaikan itu memang benar.

Satu hal yang membuat Christian Prince menjadi spesial adalah karena dia memiliki kemampuan Bahasa Arab sehingga dengan mudah bisa mengecek literatur dan dalil ajaran Islam yang kebanyakan memang ditulis dalam Bahasa Arab dan bisa secara langsung menjelaskan dan mengoreksi tafsir dan terjemahan yang dianggapnya tidak sesuai. Ketika mencari dalil misalnya, Christian Prince dengan mudahnya tinggal mengetik kata kunci yang dicari dalam tulisan Arab, dan ketika ada terjemahan yang ngawur dia bisa menjelaskan kalimatnya per kata dan dibuktikan dengan Google Translate.

Gaya dan kemampuan Christian Prince ini mengingatkan saya terhadap sosok Ali Sina, pendiri situs FaithFreedom yang dulu sempat menghebohkan dunia maya di tahun 2008. Bedanya, jika Ali Sina saat itu berada di posisi sebagai ateis, Christian Prince sesuai namanya berada si posisi sebagai penganut Kristen sehingga tujuan utamanya bukan hanya mengajak muslim untuk murtad tapi juga mau mengakui kebenaran konsep kekristenan.

Tidak Sempurna

Walau Christian Prince nampak superior dalam setiap debat den diskusi, namun beberapa kali saya melihat bahwa Christian Prince kehabisan argumen kemudian melakukan teknik curang, seperti memotong argumen lawan, mengalihkan topik, atau bahkan menyampaikan fallacy atau kesalahan logika. Christian Prince melakukan hal ini biasanya ketika membahas topik terkait dengan ajaran Kristen, misalnya ketika membahas ayat kekerasan dan perbudakan dalam agama Kristen atau ketika membahas nubuat Muhammad dalam injil.

Christian Prince nampaknya memang lebih mudah meyakinkan orang untuk percaya bahwa Islam itu salah ketimbang meyakinkan bahwa Kristen itu benar. Hal yang menurut saya wajar karena bagi saya setiap agama memiliki kelemahan dan celah untuk dikritik. Muslim yang murtad dan mau masuk Kristen umumnya adalah muslim yang sebelumnya juga meyakini kebenaran agama Abrahamik dan kisah Yesus. Ketika muslim dari awal skeptis dengan ajaran Islam dan Kristen, muslim yang murtad biasanya enggan mau masuk Kristen, paling bilangnya pikir-pikir dulu.

Sebarkan Saja

Kehadiran sosok Christian Prince adalah hal yang langka, terutama karena kita tinggal di dunia di mana negara mayoritas muslim umumnya melarang kritik terhadap agama sementara di negara mayoritas non muslim pun ada banyak kasus di mana muslim membalas kritik dengan kekerasan. Kritik terhadap Islam sangat jarang ditemui, selain butuh modal pengetahuan, hanya orang berani yang tinggal di negara bebas yang bisa melakukannya.

Saya percaya bahwa kritik terhadap agama itu perlu agar ajaran agama terus bisa berkembang menjadi semakin baik, semakin bermoral, semakin sesuai dengan ilmu pengetahuan. Kritik Christian Prince mungkin keras, namun jika muslim memang memiliki jawaban terhadap apa yang dituduhkan, semestinya ya tidak masalah. Sampaikan saja jawaban atas apa yang dituduhkan oleh Christian Prince, baik debat secara langsung atau melalui tulisan. Ideologi sebaiknya dilawan dengan ideologi, argumen dilawan dengan argumen, pertanyaan dibalas jawaban, yang seperti itu akan nampak lebih cerdas dan bijak.

Mungkin Anda juga menyukai