Benarkah Perhiasan Emas Berbahaya Bagi Pria?

Pernahkah anda membaca artikel yang menyatakan bahwa perhiasan emas sifatnya berbahaya jika digunakan oleh pria karena dapat menimbulkan penyakit kemudian hal ini digunakan untuk membenarkan ajaran agama tertentu? Saya pernah.

Well, sebenarnya saya tidak peduli dengan apa kepercayaan yang dianut oleh tiap orang, mau percaya emas berbahaya, mau percaya kencing binatang adalah obat, selama tidak ada pihak lain yang dirugikan, maka saya pikir itu bukan masalah. Hanya saja, saya tidak suka ketika ada yang mengarang-ngarang cerita, mengatakan ceritanya didukung fakta ilmiah, kemudian melakukan pembenaran atas kepercayaan yang dia anut. Bagi saya ini adalah bentuk penyesatan pada masyarakat dan pelecehan terhadap ilmu pengetahuan.

Selama saya berselancar di dunia maya setidaknya ada 2 cerita yang mengatakan bahwa emas berbahaya bagi pria jika digunakan sebagai perhiasan. Yang pertama mengklaim bahwa emas bisa menyebabkan kepikunan, yang kedua mengklaim bahwa penggunaan perhiasan emas bisa menyebabkan kemandulan.

Benarkah penggunaan perhiasan emas bagi pria bisa menyebabkan masalah kesehatan?

Emas Menyebabkan Kepikunan

Klaim pertama mengenai bahaya emas adalah cerita bahwa emas mengandung bahan beracun yang jika digunakan oleh pria sebagai perhiasan maka hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya penyakit alzheimer atau kepikunan. Cerita ini banyak beredar di sosial media seperti facebook dan di beberapa blog.

Informasinya mencurigakan

Ketika membaca cerita ini, saya sudah langsung merasa curiga akan kebenarannya. Hal tersebut selain karena tulisannya tidak disertai referensi berupa jurnal ilmiah atau media yang kredibel juga karena informasi yang dimuat sangat minim. Tidak ada penjelasan siapa nama orang yang mengemukakan klaim ini, dimana penelitian dilakukan, dan bagaimana metodenya.

Dalam artikel tersebut ditulis: Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa …,” tapi tidak disebut siapa nama ahlinya? Kata “para” semestinya merujuk pada lebih dari satu orang. Masak sih nyebut satu orang saja tidak bisa. Kan aneh.

Emas Adalah Unsur Stabil

Dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa atom emas dalam menembus kulit manusia, beraksi dengan darah dan urine, dan apabila kadarnya telah melebihi batas normal maka seseorang akan menderita alzheimer. Klaim ini tidak masuk akal karena emas yang digunakan manusia bukan dalam bentuk atom, sedang atom-atom emas itu sifatnya tidak mudah dilepaskan. Diperlukan alat yang sangat canggih untuk mendapatkan emas dalam bentuk atom. Partikel emas dalam ukuran sangat kecil (nano) mungkin ditemukan dalam makanan alami seperti buah dan daging, dan bisa masuk ke sel tubuh manusia, namun karena sifatnya alami dan bukan dari perhiasan maka semestinya semua orang berisiko dan tidak ada hubungannya dengan penggunaan perhiasan emas.

Selain itu perlu diketahui juga bahwa sebuah zat yang beracun baik itu yang berupa unsur maupun senyawa umumnya bersifat tidak stabil sehingga reaktif terhadap zat lain, terutama zat yang ada dalam tubuh manusia. Emas termasuk unsur yang stabil, hal ini bisa bisa dilihat dari deret volta, dimana unsur logam yang lebih stabil letaknya lebih di kanan, sedangkan emas berada paling kanan sehingga bisa dikatakan di antara semua logam emas termasuk yang paling stabil dan sulit bereaksi. Hal ini juga menjelaskan mengapa emas sulit berkarat karena tidak mudah bereaksi dengan zat yang sifatnya asam. Hal ini juga berarti bahwa emas cenderung aman terhadap tubuh manusia, bahkan ketika dikonsumsi atau ketika partikelnya berada dalam sel tubuh manusia.

Emas Biasa Digunakan Dalam Makanan

Jika masih ragu atau tidak mengerti mengenai kestabilan unsur emas membuatnya tidak beracun bagi tubuh manusia. Maka anda perlu melihat contoh bagaimana emas tidak hanya aman digunakan sebagai perhiasan namun juga aman dimakan.

Faktanya memang emas seringkali digunakan sebagai dekorasi dalam makanan, terutama makanan mewah untuk orang-orang kaya. Dimana emas bukan hanya sebagai pajangan namun juga dapat dimakan.

“… Panganan manis ini terbuat dari biji cokelat Porcelana Criollo dari Venezuela yang merupakan cokelat langka, kemudian ditaburi kaviar Tahitian Gold Vanilla dan serpihan emas yang aman untuk dimakan manusia.”

Sumber: Merdeka.com

Restoran elite yang disebut dalam artikel merdeka.com tersebut tidak mungkin sembarangan menyajikan sesuatu bagi orang lain, apalagi jika pelanggannya adalah orang kaya dan berpengaruh. Kenyataannya taburan emas memang boleh dan aman untuk dimakan, bahkan ada yang sudah diberi label food-grade.

“Gold leaf asli mengandung 92% emas murni. Lembaran emas yang diberi label food-grade dapat digunakan sebagai dekorasi makanan dan minuman yang tidak beracun. Bagaimanapun juga, daun, serbuk, atau bubuk emas sekadar aman dikonsumsi, namun tidak mengandung nutrisi apapun dan tidak berpengaruh bagi kesehatan.”

Sumber: Detik Food

Nah, logikanya, jika masuk ke perut saja aman, apalagi jika sekadar digunakan di tangan atau leher sebagai hiasan, tentunya pasti lebih aman, sehingga klaim emas berbahaya jika digunakan sebagai perhiasan adalah klaim yang tidak masuk akal.

Menstruasi Bukan Darah Kotor

Dalam artikel disebutkan bahwa larangan emas berlaku hanya bagi pria, karena wanita aman menggunakan emas. Perempuan dikatakan aman dari bahaya kandungan emas karena atom emas yang sifatnya beracun telah dibuang dalam bentuk darah kotor yang keluar saat menstruasi.

Ini pola pemikiran yang salah dalam masyarakat kita. Banyak masyarakat yang masih menganggap darah dari menstruasi adalah darah kotor yang mengandung kotoran dan racun, padahal hal tersebut tidak benar. Darah menstruasi hanyalah hasil peluluhan dinding rahim karena sel ovum yang tidak terbuahi, itu saja. Tidak ada kotoran yang dikandungnya apalagi yang sifatnya beracun.

Pakai logika aja sih, jika memang darah menstruasi itu adalah darah yang mengandung kotoran dan racun yang seharusnya terbuang maka wanita yang hamil selama 9 bulan tanpa mengalami menstruasi harusnya sudah mengalami keracunan, atau mereka yang lebih sering hamil kemungkinan sakitnya lebih besar dibanding yang belum pernah hamil, tapi kenyataannya kan tidak seperti itu.

Emas Menyebabkan Kemandulan

Klaim kedua adalah cerita mengenai emas yang menyebabkan kemandulan. Berbeda dengan klaim pertama, artikel yang membahas klaim kedua ini disertai dengan jurnal ilmiah, jadi nampak lebih meyakinkan. Dalam artikel diceritakan bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Viroj Wiwanitkit tahun 2009 yang membuktikan bahwa atom emas yang ditembakkan pada sel sperma terbukti menyebabkan gangguan fungsi pada sperma sehingga nantinya tidak akan mampu membuahi sel telur. Berdasarkan penelitian ini, penulis artikel kemudian mengambil kesimpulan bahwa penggunaan perhiasan emas dapat menyebabkan kemandulan.

Pria gagah ini konon bisa mandul hanya karena menggunakan perhiasan emas.

Disana penulis menggunakan kesimpulan secara memaksa. Penelitian tersebut hanya bicara tentang pengaruh partikel emas terhadap sperma, bukan tentang pengaruh perhiasan emas terhadap sperma. Perhiasan emas belum tentu berdampak signifikan terhadap kandungan partikel emas dalam sperma, mungkin malah tidak ada pengaruhnya sama sekali. Ini ibarat ada yang meneliti bahaya detergen jika dimakan oleh manusia, kemudian orang lain menyimpulkan bahwa penggunaan detergen saat mencuci dengan tangan itu berbahaya. Kan tidak nyambung.

Penulis mungkin tidak tahu bahwa dalam sperma dan tubuh manusia, emas dalam ukuran nano itu memang biasa ada pada semua orang baik yang menggunakan perhiasan emas maupun tidak, karena partikel emas karena dikandung dalam makanan yang kita makan secara alami, pun berdasarkan penelitian Jain V tahun 2010, dalam sperma sehat (subur) juga ditemukan adanya partikel emas.


Kesimpulan

Jadi bisa disimpulkan bahwa artikel yang mengatakan bahwa penggunaan perhiasan emas bagi pria itu berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit alzheimer serta kemandulan adalah informasi yang tidak benar. Belum pernah ada penelitian yang mengungkapkan hal tersebut, dan institusi kesehatan baik di Indonesia maupun dunia (WHO) juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Emas adalah materi yang sifatnya stabil sehingga aman bahkan untuk dimakan sekalipun. Kebudayaan manusia sudah memanfaatkan emas sebagai perhiasan sejak ribuan tahun yang lalu namun tidak ada catatan bahwa penggunaan emas tersebut berdampak buruk bagi kesehatan.