Benarkah Bermain Game Bisa Menyebabkan Kejang?

Tulisan ini saya buat karena sebelumnya di grup profesi yang saya ikuti ada yang membagikan video anak SMA di Lawu, Sulawesi Selatan, yang mengalami kejang setelah sebelumnya anak tersebut bermain game di smartphone miliknya. Beberapa orang kemudian berkomentar bahwa anak tersebut mengalami kejang-kejang akibat main game. Benarkah demikian?

Ada satu kesesatan logika (fallacy) yang sering ditemui, terutama pada masyarakat awam di Indonesia, yaitu post hoc ergo propter hoc atau yang lebih dikenal dengan istilah post hoc fallacy. Kesesatan logika ini terjadi ketika seseorang mengambil kesimpulan bahwa suatu peristiwa B disebabkan oleh peristiwa A hanya karena peristiwa A itu terjadi sebelum peristiwa B.

Contoh post hoc fallacy:

  1. Agus makan nasi uduk di pagi hari, sorenya Agus sakit perut, maka Agus sakit perut karena makan nasi.
  2. Wawan sakit kepala setelah sebelumnya menabrak kucing, lantas menyimpulkan bahwa menabrak kucing bisa membuat orang sakit kepala.

Kejadian yang terjadi secara beruntun belum tentu memiliki hubungan sebab akibat yang signifikan. Ketika ada seorang anak yang mengalami kejang setelah bermain game, belum tentu anak tersebut mengalami kejang karena bermain game, bisa jadi anak tersebut mengalami masalah kesehatan lain.

Selama ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa permainan game bisa menyebabkan seseorang mengalami kejang secara mendadak, bahkan kasusnya pun belum pernah saya baca. Dilihat dari video nampaknya anak tersebut mengalami epilepsi biasa, jika benar maka bukan permainan game yang membuat anak tersebut mengalami kejang-kejang.

Mungkin Anda juga menyukai