Beralih Jasa Angkutan Sampah

Pagi-pagi ada suara gaduh di depan rumah. Bibi yang tinggal di sebelah rumah berteriak memanggil kakak saya. Saya turun, oh ternyata ada tukang sampah yang datang. Jadi ini yang dimaksud di surat edaran dari pengurus banjar kemarin.

Jadi ceritanya, beberapa minggu terakhir sampah di rumah numpuk, usut punya usut ternyata jasa angkutan sampah yang lama (Adi Cahya, Telepon: +6287760256462) menghentikan layanannya sehingga perlu pengelola jasa angkutan sampah yang baru. Kemarin memang sempat ada pembagian surat dari pengurus banjar mengenai jasa angkutan sampah yang baru (Darma Laksana, Telepon: +6281934306541), tapi saya pikir itu baru rencana yang akan dibahas pada rapat selanjutnya, eh ternyata tukang sampahnya langsung datang dan mungut bayaran, padahal belum semua warga sepakat dengan jasa angkut sampah yang baru, udah gitu bayarnya 40 ribu pula. Waduh makin tipis aja nih dompet. (-__-‘)

Downgrade

Secara pribadi saya sih tidak terlalu mempermasalahkan soal tarif. Jika jasa angkutan sampah yang dulu menawarkan tarif sebesar 30 ribu per bulan, maka wajar jika yang sekarang menawarkan tarif 40 ribu per bulan, mengingat kenaikan tarif ini sama dengan kenaikan harga bensin yang sebesar 30 persen. Yang membuat kecewa adalah pelayanan yang ditawarkan lebih jelek dibanding jasa angkutan yang dulu.

  • Pengelola sampah yang dulu memberikan kartu sebagai alat pencatatan pembayaran. Kartunya memang sederhana, tapi berguna sebagai pengingat terutama jika pelanggan membayar iuran untuk lebih dari 1 bulan ke depan. Pengelola yang sekarang hanya bermodalkan kwitansi, kwitansinya fotocopyan pula.2014-12-12 19.16.46
  • Pengelola sampah yang dulu memungut sampah tiap 2 hari sekali, sedang yang sekarang sampahnya dipungut 3 hari sekali.
  • Pengelola sampah yang dulu tidak membatasi jumlah sampah, berapa pun sampah yang ada12, ya diangkut tanpa perlu tambahan biaya. Pernah waktu rumah saya dibongkar sehingga ada banyak sisa bangunan yang berat tetap diangkut juga.
  • Pengelola yang sekarang membatasi jumlah sampah hanya sampai 1 kampil (karung plastik) atau sekitar 25 kg.

Tapi hal yang saya suka dari pengelola jasa angkutan sampah yang baru ini adalah mereka datangnya pagi sebelum jam berangkat kerja. Ini penting, karena kalau lewat jam itu di rumah tidak ada orang dan pintu gerbang dikunci, yang biasanya membuat pengelola jasa angkutan sampah yang dulu menjadi batal mengangkut sampah. Baru satu hari sih, semoga saja bisa konsisten datang tiap pagi.

Ketidakadilan Dinas Kebersihan

Ngomong-ngomong soal angkutan sampah, saya jadi berpikir bahwa ada ketidakadilan pemerintah disini. Kenapa yang dilayani oleh Dinas Kebersihan cuma wilayah perkotaan saja? Itupun tidak di semua wilayah. Padahal yang Dinas Kebersihan itu kan bekerja dengan uang dari daerah dan pegawainya digaji dengan uang negara, sedang baik penduduk desa maupun kota membayar pajak dengan nilai yang sama. Ini sih sama saja pemerintah memilih melayani orang kaya ketimbang orang miskin.

Bukannya semestinya yang dibantu itu orang di desa yang miskin dan tidak punya kemampuan membayar jasa pengelola sampah? Orang kota yang rata-rata ekonominya sudah cukup baik biarkan saja dulu menggunakan jasa swasta, bukannya gitu? Ini kok jadi seperti subsidi BBM yang tidak tepat sasaran. Bagusnya, dijadikan BUMN saja tuh Dinas Kebersihan, jadi seperti PAM dan PLN, tiap rumah dikenakan iuran jika ingin sampah di rumahnya diangkut, yang gratis itu cuma tempat-tempat umum seperti taman kota, tempat wisata, atau kantor pemerintah.